Bukan.. ini bukan pengakuan dosa.
I tend to be a highly negatively charge person. Lately I realized this. Saya selalu bilang kalo saya ini positif, dalam beberapa hal mungkin iya. But. Ketika saya berhenti dari aktivitas. Duduk. Ndlosor di kasur. Lempar-lemparan salju sama tembok. Sendirian. Saya matikan social networking. Saya tutup messenger. Apa yang terjadi? I felt I was so negative. At least in the last few months. Bukannya enggak bersyukur atau apa, hal itu terkeluar begitu saja. *D’oh!* Itu juga termasuk kurang bersyukur kaleeee. Padahal saya ini udah dikasih semua yang terbaik loh sama Tuhan saya. Nggak semua orang punya privilege seperti yang saya dapat. Gombal kok saya ini!
Saya bisa dengan bangganya koar-koar kalo saya ini masochist. *Heh bukan yang ke arah sono! (Eh nggak ada yang mikir ke sono ya? Ixixixixi.) Saya bisa dengan hebohnya memamerkan kesedihan saya. Kayak’ orang paling sengsara sedunia. Disaat musim panas, saya ribut kesumukan. Nggrundel. Disaat musim dingin dan angin, saya misuh-misuh kedinginan. Punya duit, pelit. Dipake foya-foya sendiri. Giliran nggak punya simpenan, semua orang diributin. Jalan sama temen suka ngomong, bete. Ditemenin sama yang pendiem, sepi. Lho??? Wah jaaaaan, arek iki gak jelas karepe.
Hasil posting seorang teman (sorry link nya nggak saya pasang ya, it will reveal my other half side soalnya heheheh) menyadarkan saya tentang hal ini. Damnation! Berasa ditampar. plak plok plak plok. Well, this has to be stopped. It’s a declaration of WAR against myself! That’s it.. since a declaration to myself is not enough to make me fight this war, I declare it to the whole world.
kuterima pengakuan dosamu anakku…heee..kapan gue ngelahirinnya yah…hii